Tingkah Laku Anggota DPR Pertunjukan Memalukan
Selasa, 02 Maret 2010 17:11 WIB
Penulis : Nurulia Juwita Sari
JAKARTA–MI:Tingkah laku anggota DPR RI dalam sidang paripurna kasus Bank Century menuai kekecewaan banyak pihak. Pakar Politik UI Iberamsjah menyebut tindakan tersebut sebagai pertunjukan paling memalukan.
“Ini pertunjukan paling memalukan, kenyataan yang jauh dari harapan. Sikap mereka bukan lagi mengecewakan, tapi memilukan,” katanya, Selasa (2/3).
Sikap para wakil rakyat yang tidak dapat mengendalikan emosi, lanjutnya, tidak menunjukan sikap sebagai negarawan. Padahal, mereka adalah elit nasional.
“Bagaimana mau mengendalikan emosi rakyat kalau mereka sendiri tidak bisa mengendalikan emosi. Semua bicara ingin buru-buru, ketua DPR mau menutup sidang juga buru-buru,” ujar Iberamsjah.
Ketidakdewasaan para anggota dewan tersebut, menurutnya, karena banyak orang baru yang belum berpengalaman, termasuk Ketua DPR.
“Ini bukan soal tidak paham tatib (tata tertib), tetapi memang karakter mereka yang tidak dapat mengendalikan emosi, sebagai akibat dari kurang pengalaman. Tapi di rapat RT (rukun tetangga) tidak begitu, seharusnya mereka lebih baik,” cetusnya.
Meski paripurna diwarnai kericuhan ia mengaku tetap optimistis hasil DPR mewakili rasa keadilan masyarakat. “Kebenaran tetap lebih diungkap dari kebusukan, saya optimistis,” pungkasnya. (NJ/OL-01)
Baca Juga:
Menangnya Opsi C dalam rapat paripurna sama sekali tidak menunjukkan jargon "kebenaran telah
menang" dan tidak berarti DPR telah 100 % Pro Rakyat, kita tahu bahwa PANSUS CENTURY dibentuk
karena ada tuduhan bahwa SBY, Keluarga, Demokrat dan Kroninya terima dana melalui rekayasa kisruh
Bank tersebut, ternyata hal itu sama sekali tidak terbukti alias omong kosong.
Karena Para Inisiator PANSUS dan Partainya tidak mau kehilangan muka, tuduhan bergeser kepada "Kebijakan Bail Out Yang Salah" lari dari tuduhan awal mereka yang sebenarnya, untuk itu mereka rela mengorbankan Budiono dan Sri Mulyani dan Pejabat BI sebagai kambing hitam, itu pun berani mereka lakukan karena mereka yang tertuduh adalah orang-orang non partai yang bisa saja di korbankan karena tidak memiliki pendukung militan tidak seperti orang-orang partai layaknya yang bisa saling negosiasi untuk keluar dari masalah.
Kesimpulannya menangnya Opsi C pada Rapat Paripurna DPR hanya untuk menyelamatkan muka para inisiator Hak Angket dan nama partainya dari pandangan rakyat, karena telah menggunakan uang rakyat untuk mengadakan PANSUS CENTURY yang "sama sekali nggak berguna bagi rakyat", tapi hanya berguna untuk para penggoyang SBY yang haus kekuatan dan kekuasaan.
Toh kalau hasilnya cuma rekomendasi pengusutan hukum dari aparat hukum mengapa harus melalui pansus yang menghabiskan banyak uang rakyat ??? mengapa tidak lebih baik dari awal mereka serahkan kepada aparat penegak hukum ????
Para Inisiator Hak Angket DPR ada baiknya diperiksa juga melalui PANSUS, karena merekalah yang pada awalnya menggebu-gebu menunjukkan indikasi adanya Kasus century yang lari ke Parpol tertentu, nyata-nyatanya tidak terbukti…., malah menghabiskan uang rakyat, sebanding seperti tuduhan mereka kepada Budiono dan SRI MUlyani, sesungguhnya BAIL OUT CENTURY TIDAK PERLU DAN PAASUS HAK ANGKET DPR KASUS CENTURY PUN TIDAK PERLU, KEDUA-DUA KEBIJAKAN ITU ADALAH PENYALAH GUNAAN WEWENANG DAN MENGHABISKAN UANG RAKYAT.
Marilah jangan biasakan menyebarkan fitnah dan sensasi…bikin susah rakyat yang sudah susah…