Dahlan Iskan sebarkan kemusyrikan ruwatan lalu kecelakaan, kemudian dipanggil DPR soal kerugian listrik Rp 37,6 Triliun
Belum reda berita penyebaran kemusyrikan yang dilakukan Dahlan Iskan dengan mengadakan ruwatan mobilnya yang kemudian kecelakaan parah, gilirannya kini dia dipanggil DPR soal kerugian PLN Rp 37,6 Triliun.
DPR juga akan mengklarifikasi dugaan keterlibatan keluarga Dahlan yang menyebabkan kerugian PLN itu.
Inilah beritanya.
***
Kerugian PLN Rp 37,6 Triliun, DPR Panggil Dahlan Iskan Pekan Depan
Jakarta – Panja hulu listrik akan kembali memanggil Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kerugian PLN senilai Rp 37,6 triliun. Sebab, Dahlan belum memberikan jawaban atas temuan BPK tersebut.
Ketua Panja Hulu Listrik Effendi Simbolon mengatakan pihaknya akan memanggil mantan Direktur Utama PLN itu pekan depan. Menurutnya, pemanggilan itu guna meminta penjelasan penyebab kerugian PLN senilai puluhan triliun itu.
“Minggu depan akan kita panggil lagi. Kami bukan dalam rangka mengadili, kami hanya ingin memperifikasi,” kata Effendi, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/1/2013).
Selain itu, lanjut Effendi, pihaknya juga akan mengklarifikasi dugaan keterlibatan keluarga Dahlan yang menyebabkan kerugian PLN itu. “Apa penyebab kerugian PLN, apakah ada keterlibatan keluarga dan istrinya,” tegas Wakil Ketua Komisi VII itu. [rok]
Oleh: Marlen Sitompul
INILAH.COM, nasional – Senin, 7 Januari 2013 | 13:18 WIB
***
Kerugian PLN Rp37,6 T Diduga Libatkan Penguasa
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Panja Hulu Listrik, Effendi Simbolon mengatakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kerugian PLN senilai Rp37,6 triliun cukup seksi untuk diselidiki. Sebab, diduga selain melibatkan keluarga Dahlan juga melibatkan penguasa.
Meski enggan menyebut identitas penguasa itu, namun Effendi meyakini bahwa kerugian PLN itu tidak hanya Dahlan yang diduga menikmati. Sebab, dari hasil temuan BPK cukup jelas kerugian yang disebabkan PLN tersebut.
“Temuan BPK itu kalau tidak dipoles lebih fulgar isinya. Ini bagian dari rezim berkuasa,” tegas Effendi, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/1/2013).
Untuk itu, dia meminta agar bos Jawa Pos grup itu membongkar hasil temuan BPK tersebut. Selain itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR tersebut juga berharap agar Dahlan tidak mengedepankan pencitraan.
“Lebih baik Pak Dahlan menjawab hasil verifikasi BPK soal PLN,” tegas politikus PDIP itu.[yeh]
Oleh: Marlen Sitompul
nasional – Senin, 7 Januari 2013 | 14:43 WIB
(nahimunkar.com)



Allah SWT sedang menunjukan kekuatan kepada Pak Mentri yang mempromosikan kesyirikan kepada masyarakat Indonesia. Makanya jangan sombong ,…..Pak mentri lupa ada kekuatan yang tidak bisa tembus sekalipun sudah diruat.
SUDAH RUWATAN TOH CELAKA JUGA…JADI ITU SATU PEMBUKTIAN BAHWA ‘KALAU ALLAH SUDAH BERKEHENDAK’ SIAPA BISA MENOLAK ??? GAK USAHLAH RUWAT-MERUWAT, ATAU APAPUN TINDAKAN YANG MENYESATKAN !!! KALAU TIDAK DI RUWAT PADA AWALNYA APAKAH ANDA2 TAHU AKAN TERJADI KECELAKAAN YANG TIDAK DIHARAPKAN ITU ? MUNGKIN DAN BOLEH JADI TIDAK TERJADI KECELAKAAN ITU.
ITULAH SATU PEMBUKTIAN DARI ‘KEKUASAAN SANG MAHA’ DARI SEGALA MAHA YANG TELAH ANDA CIPTAKAN.