nahimunkar.com

ESQ Jelas Sangat Menyimpang

Decrease Font Size Increase Font Size Text Size Print This Page



ESQ Jelas Sangat Menyimpang

Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah SWT. Sama kayak HMA Bijak Bestari yang dulu sering tampil di televisi tiap Sabtu mengobati orang. Bijak Bestari mengaku dirinya tuhan tertinggi di atas Allahu Akbar. Allahu Akbar setingkat di bawah dia. Hampir sama ESQ dengan HMA Bijak Bestari.

Saya akan temui MUI dan Dewan Dakwah yang mendukung ESQ Ary Ginanjar. Juga kepada orang Depag yang membela ESQ akan saya temui, akan saya jelaskan masalah ini.

Ini menegakkan aqidah. Ini bukan soal Malaysia atau Indonesia, tapi masalah aqidah. Masalah aqidah tidak terbatas wilayah negara. Orang kok diajak supaya menjadi seperti sifatnya Allah, ini tidak benar. (M Amin Djamaluddin, voaislam.com, 10 Juli 2010).

Buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ” yang ditulis oleh Ary Ginanjar, pemahamannya tentang Asmaul Husna jelas sangat menyimpang.

Sebab dalam ayat itu disebutkan وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا [الأعراف/180] “walillahil asmaa`ul Husna fad’uuhu bihaa.” Begitu perintah Allah dalam Al-Qur’an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”

Di situ ada kata “hanya.” Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Kita diperintahkan fad’uhu biha” bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna itu, yaitu berdoa dengan menyeru: Ya Allah, ya Rahman, ya Ghaffar, dan seterusnya.

Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya, Asmaul Husna “Huwal awwalu wal-akhir” diartikan menjadi “saya bersikap selalu menjadi  orang pertama dan terakhir.” Ayat “Huwal awwalu wal-akhir” itu disamakan dengan kita.

Tidak bisa manusia masuk menyerupai asma Allah, kekuasaan Allah, kebesaran Allah, dan Rahman Rahimnya Allah. Tidak bisa! Jangan dibandingkan manusia dengan Allah. Apa sih artinya manusia, kok dibandingkan dengan kebesarannya Allah?

Kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna, karena ini adalah kunci dan inti buku ini. Dalam buku ini, masalah Asmaul Husna merupakan kesimpulan akhir.

Karena ini masalah akidah, siapapun yang bertanya akan saya jelaskan bahwa ESQ ini menyimpang.

Demikian penegasan M Amin Djamaluddin, peneliti dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat dan DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia).

Berikut ini petikan penjelasan M Amin Djamaluddin dalam wawancara yang dimuat voaislam.com:

Amin Djamaluddin: Ajaran ESQ Ary Ginanjar tentang Asma Allah Jelas Menyimpang

RAMAINYA kontroversi ESQ Model Ary Ginanjar Agustian setelah difatwa sesat oleh Mufti Malaysia, tak luput dari perhatian H Amin Djamaluddin. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini memang telah menjadi rujukan informasi berbagai aliran dan paham sesat di Indonesia. Hampir setiap aliran sesat yang merebak di nusantara, Aminlah yang menjadi saksi ketika kasusnya disidang di pengadilan.

Bulan lalu, tepatnya 1 Juni 2010 tokoh bersahaja yang akrab disapa Pak Amin menjadi saksi ahli dalam sidang penodaan agama yang dilakukan oleh aliran sesat Surga Eden Cirebon, Jawa Barat. Aliran Surga Eden yang dipimpin oleh Nabi Palsu Tantowi ini divonis sesat karena ajarannya menyimpang dari Islam, antara lain: pimpinannya, Ahmad Tantowi mengaku sebagai Tuhan semesta alam yang menjanjikan surga bagi pengikut wanitanya dengan satu syarat: mau ML (bersetubuh) dengannya. Sebagai tuhan sekte, Tantowi melarang pengikutnya mengamalkan syariat agama Islam, seperti shalat lima waktu, puasa ramadhan, dan mengaji Al-Qur’an.

Ditemui wartawan voa-islam.com, Kamis malam (8/7/2010) di kantor

Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) kawasan Tambak, Jakarta Pusat, pakar dan pemerhati aliran sesat ini bicara blak-blakan tentang ESQ. Dengan bahasa yang gamblang, tanpa tedeng aling-aling, Pak Amin yang juga pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat ini menyatakan penyimpangan ajaran ESQ Ary Ginanjar dalam buku resmi ESQ. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana tanggapan Pak Amin tentang kontroversi ESQ Ary Ginanjar.

Bagi saya, setelah membaca buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ” yang ditulis oleh Ary Ginanjar, pemahaman tentang Asmaul Husna itu jelas sangat menyimpang.

Sebab dalam ayat itu kan disebutkan “walillahil asmaa`ul Husna fad’uuhu bihaa.” Begitu perintah Allah dalam Al-Qur’an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”

Di situ ada kata “hanya.” Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Kita

diperintahkan “fad’uhu biha” bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna itu, yaitu berdoa dengan menyeru: Ya Allah, ya Rahman, ya Ghaffar, dan seterusnya.

Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya “Al-Majid” diartikan saya bersifat mulia. “Al-Majid”nya Allah diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.” Mengaku sebagai orang yang mulia itu adalah sifat yang angkuh dan sombong. Kalau orang lain yang menilai kita mulia, itu ndak masalah. Tapi kalau kita sendiri yang mengaku mulia, ini kan pengakuan yang angkuh dan sombong.

Contoh lainnya, Asmaul Husna “Huwal awwalu wal-akhir” diartikan menjadi “saya bersikap selalu menjadi  orang pertama dan terakhir.” Ayat “Huwal awwalu wal-akhir” itu disamakan dengan kita.

Tidak bisa manusia masuk menyerupai asma Allah, kekuasaan Allah, kebesaran Allah, dan Rahman Rahimnya Allah. Tidak bisa! Jangan dibandingkan manusia dengan Allah. Apa sih artinya manusia, kok dibandingkan dengan kebesarannya Allah?

Apa saja yang dinilai menyimpang dalam buku ESQ tersebut?

Menurut saya, kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna, karena ini adalah kunci dan inti buku ini. Dalam buku ini, masalah Asmaul Husna merupakan kesimpulan akhir.

Asmaul Husna “Al-Muqsith” diartikan saya adil dalam menghukum. Bagaimana mungkin menyamakan keadilan Allah dengan keadilan manusia?

Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah SWT. Sama kayak HMA Bijak Bestari yang dulu sering tampil di televisi tiap Sabtu mengobati orang. Bijak Bestari mengaku dirinya tuhan tertinggi di atas Allahu Akbar. Allahu Akbar setingkat di bawah dia. Hampir sama ESQ dengan HMA Bijak Bestari.

…kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna. Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah SWT…

Bagaimana dengan doktrin ESQ Ary Ginanjar yang menjadikan suara hati sebagai sumber utama kebenaran?

Dalam buku tersebut Ary Ginanjar menulis imbauan: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, yang merupakan karunia Tuhan” (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ, hal. liv).

Ini tidak benar. Tidak ada ukuran kebenaran dengan suara hati. Manusia tidak bisa menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati. Karena kebenaran itu hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 147 Allah menyatakan: “Al-haqqu min robbika.” Kebenaran itu hanya dari Allah. Jadi tidak ada jaminan kebenaran berdasarkan suara hati.

Apa sih artinya suara hati? Kebenaran menurut Islam, sumbernya adalah qolalloh dan qola rosululloh (apa kata Allah dan Rasulnya, red.). Jangan jadikan suara hati sebagai sumber kebenaran, karena setan bisa mengendalikan hati.

Apa ukurannya, rumusannya apa kalau suara hati dijadikan kebenaran? Karena suara hati setiap orang itu berbeda-beda. Jangan coba-coba jadikan suara hati sebagai sumber kebenaran!

…ESQ tidak benar. Manusia tidak bisa menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati. Karena kebenaran itu hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Jadi tidak ada jaminan kebenaran berdasarkan suara hati…

Tapi menurut Ary Ginanjar, Nabi Muhammad adalah pemimpin yang mengandalkan logika dan suara hati.

Tidak benar! Rasulullah itu bertindak sesuai dengan petunjuk dan wahyu Allah. Rasulullah itu tidak menggunakan suara hati, tapi dibimbing wahyu.

Rasulullah pernah memakai sepatu (khuf). Ketika bersuci, Rasulullah mengusap bagian atas sepatu. Padahal menurut logika, seharusnya yang diusap (dibersihkan) adalah bagian bawah sepatu, karena yang kotor adalah bagian bawah sepatu. Makanya dalam hadits Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

عَنْ عَلِىٍّ – رضى الله عنه – قَالَ لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ. ) سنن أبى داود – (ج 1 / ص 226)

“Seandainya agama itu dengan akal niscaya yang lebih pantas diusap adalah bagian bawah khuf daripada bagian atasnya. Sungguh aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap di atas kedua khufnya.”

Agama adalah wahyu, bukan logika dan suara hati. Logika dan suara hati setiap manusia itu tidak sama.

…Agama adalah wahyu, bukan logika dan suara hati. Logika dan suara hati setiap manusia itu tidak sama…

Bagaimana dengan klaim Ary Ginanjar bahwa mukjizat Nabi itu tidak bisa diterima dengan akal?

Masuk akal atau tidak, mukjizat Nabi itu harus kita terima dengan iman. Karena mukjizat itu memang tidak bisa diterima oleh akal. Tapi iman bisa menerimanya. Jangan menolak mukjizat meskipun akal tidak bisa menerimanya.

Makanya kayak aliran Isa Bugis yang menolak mukjizat karena dianggap tidak sesuai dengan akal pikiran.

…Jangan menolak mukjizat meskipun akal tidak bisa menerimanya,  kayak aliran Isa Bugis yang menolak mukjizat karena dianggap tidak sesuai dengan akal pikiran…

Apa sikap Pak Amin terhadap para tokoh Islam yang mendukung ESQ?

Saya akan temui MUI dan Dewan Dakwah yang mendukung ESQ Ary Ginanjar. Juga kepada orang Depag yang membela ESQ akan saya temui, akan saya jelaskan masalah ini.

Ini menegakkan aqidah. Ini bukan soal Malaysia atau Indonesia, tapi masalah aqidah. Masalah aqidah tidak terbatas wilayah negara. Orang kok diajak supaya menjadi seperti sifatnya Allah, ini tidak benar.

Asma Allah “Al-Majid” diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.” Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhu” (aku lebih baik, red.) itu.

Karena ini masalah akidah, siapapun yang bertanya akan saya jelaskan bahwa ESQ ini menyimpang.

…Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhu” (aku lebih baik)…

Apa imbauan Pak Amin untuk ESQ Ary Ginanjar?

Saya berharap agar dia kembali kepada kebenaran, mudah-mudahan dalam hal ini hanya khilaf karena kurangnya pemahaman tentang agama. Mudah-mudahan sadar kembali kepada kebenaran, dan mau mengakui kesalahannya. Namanya manusia itu bisa saja salah. Kita bukan cari ribut, tapi kalau dia tetap bertahan, ya akan jadi masalah nanti. Rujuklah kepada al-haqq. [taz, zak/voa-islam.com]

Sumber: voaislam, Jum’at, 09 Jul 2010

(nahimunkar.com)


Raih pahala! Bantu sebarkan artikel ini.

Google1DeliciousStumbleuponRSS

11 Responses to ESQ Jelas Sangat Menyimpang

  1. Bravos 1 April 2013 at 15:11

    tolong diselidiki juga tentang eyang subur……………karena telah membikin membinggungkan tolong Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat untuk menyelidiki sayang kalau tidak diselidik sebab banyak artis yang mengkuiti eyang subur kalau ajarannya benar bagus kalau sesat gimana ? ini tanggungjawab Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)

    Reply
  2. nani yuniar 8 January 2013 at 20:26

    sy mendukung pak amin, terus terang sy pusing sendiri membaca buku karangan Ary ini dan kalau mendengar uraiannya di televisi bertele tele, mnaaf bacaan Al Qurannya pun tidak fasih…maaf ya kang Ary

    Reply
  3. Saiful 20 April 2012 at 20:10

    semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan pemahaman agama yg baik Kpd saudaraku Ari ginanjar.dan juga kpd bpk Amin smga Allah jalla wa 'alla memberikan kekuatan & tetap istiqomah

    Reply
  4. soni joos 20 September 2010 at 13:56

    ari ginanjar menilai agama dengan logikanya sendiri. mohon kita harus berhati-hati terhadap pemikirannya

    Reply
  5. Abu Rafif 19 July 2010 at 11:20

    Insyaallah…kami ummat muslim mendukung perjuangan Amin,Hartono dan kawan LPPI dalam menegakkan hujjah islam dan penyesatan islam yang berkedok ESQ…

    Allahu Akbar

    Reply
  6. Een 14 July 2010 at 16:16

    Subhanallah…ternyata masih ada segelintir orang yg menegakkan amar ma'ruf nahi munkar. Semoga Allah selalu menjagamu wahai pak amin,barokallahu fikum wa ahli.

    Reply
  7. hamba-Nya 14 July 2010 at 15:22

    Sebaiknya yang menilai ESQ menyimpang,mengikuti dulu training ESQ, baru kemudian komentar. Jangan cuman mengetahui dan mendengar sepotong2. Tapi ikutilah Tariningnya secara utuh, baru berkomentar. Setau saya yg dah mengikuti, training ESQ gak ada penyimpangan, justru membuat kita makin dekat ma Alloh, makin mencintai Rosululloh, dan Al Quran

    Reply
  8. mita 13 July 2010 at 21:00

    assalamualaikum pak Amin dan kawan2.

    Saya baru saja membaca penjelasan dari Pak Amin di blog ini.

    Saya adalah salah seorang alumni ESQ training pimpinan Bapak Ary Ginanjar Agustian.

    Langsung saja,

    saya hanya ingin sedikit meluruskan opini saja. tidak ada yg salah dengan komentar bapak Amin tetapi juga tidak ada yang salah dengan mendengarkan komentar orang lain.

    Saya ingin bertanya terlebih dahulu, apakah Bapak Amin dan kawan2 sudah pernah mengikuti training ESQ?

    jika sudah, pasti bapak akan sering mendengar ayat “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”

    kami mengerti apa yang dimaksud Allah dalam ayat tersebut. di dalam ESQ dijelaskan bahwa Suara Hati bersumber dari Asmaaul Husna nama-nama Allah.

    Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, dititipkan PERCIKAN-PERCIKAN sifat Allah itu. jadi jelas disini kita bisa mengerti bahwa tidak ada usaha MENYAMAKAN DIRI dengan Allah SWT.

    Kita manusia sebisa mungkin hanya berusaha MENDEKAT kepada sifat-sifat Allah.

    saya beri contoh

    misalnya sifat JUJUR.

    siapa di dunia ini yang tidak senang dengan kejujuran? semua orang menginginkan kejujuran.

    mengapa? kenapa bisa semua orang agama apapun ras apapun di benua manapun merindukan kejujuran?

    karena itulah sesungguhnya fitrah mereka. percikan sifat Al-Mukmiin dari Allah.

    maaf saya tidak bermaksud menceramahi atau apapun.

    saya harap anda bisa berpikir tidak hanya dari satu sisi saja. Allah berikan kita 2 mata untuk bisa melihat sesuatu tidak hanya dari satu sisi.

    Semoga ini bisa sedikit bermanfaat.

    Wassalam.

    Reply
  9. Ris Harisda 13 July 2010 at 16:47

    Astaghfirullah…semakin banyak saja sekarang ilmu2 agama yg diajarkan kpd generasi muda/penerus yg baru mempelajari/memperdalam pengetahuan agama melalui logika&hati…(tentunya membingungkan buat org2 yg bru hijrah)..semoga perjuangan Amar ma'ruf nahyi munkar dpt ditegakkan..Amiin YRA

    Reply
  10. Bicara Pernikahan 13 July 2010 at 11:43

    semoga bisa clear apakah memang ada penyelewengan akidah atau tidak, sehingga masyarakat bisa memahami dengan jelas

    Reply
  11. fahrurrozi 12 July 2010 at 17:08

    Teruslah berjuang Pak Amin dan kawan2 dlm membela kebenaran, amar ma'ruf nahyi munkar, karena sekarang ini sedikit sekali muballigh/da'i, bahkan 'ulama yang membela kebenaran secara sungguh-sungguh. Semoga Allah senantiasa melindugi antum semuanya dari orang2 yg tdk senang kebenaran ditegakkan, kebenaran hanya datang dari yang maha benar (Allah, intanshurullaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum> Allahu Akbar.

    Reply

Leave a Reply