PKS Jadi begini, inilah masalahnya
Mau tahu kenapa PKS jadi begini?
Inilah masalahnya.
Simak tulisan seorang yang hafal betul seluk beluk karakter PKS dari situs tetangga.
Selamat menyimak.
***
Luthfi Hasan Ishak dan Hancurnya Gerakan Dakwah
Jakarta (voa-islam.com) Tidak ada yang membandingi covered (liputan) terhadap sebuah peristiwa yang dapat menyamainya. Peristiwa hancurnya Gedungnya WTC, di Manhattan, New York, serangan Amerika Serikat Terhadap Afghanistan, dan Irak. Jatuhnya pesawat Sukhoi, dan banjir di DKI, semua dikalahkan oleh covered terhadap penangkapan dan penahanan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak, dan sekarang dijebloskan oleh KPK kedalam tahanan militer Guntur.
Mungkin ini pertamanya dalam sajarah politik di Era Reformasi, seorang tokoh, pemimpin, simbol, dan ikon partai politik, yang awalnya menyandang sebagai partai dakwah, tertangkap oleh KPK dan dijebloskan ke dalam tahanan militer.
Mulanya, PKS menjadi partai dambaaan banyak anak muda, yang memiliki idealisme cita-cita ingin membangun negeri ini, serta berjuang dengan landasan prinsip dan nilai Islam.
Karena itu, PK yang berubah menjadi PKS yang memiliki jargon politik : “bersih, peduli, dan professional”. Bagi kalangan kader PKS itu, penangkapan dan penahanan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, bagaikan mimpi, dan sebuah kemustahilan, serta tidak dapat dipercaya.
Sesungguhnya, para pemimpin PKS menampilkan wajah“ganda” antara bagaimana mereka ketika harus berdahadapan di depan kadernya, dan bagaimana mereka harus menampilkan wajahnya di depan umum, ketika bermuamalah dengan orang lain. Ketika berhadapan dengan para kadernya, mereka nampak suci, dan selalu menekankan nilai-nilai Islam dan kebenaran, serta kebaikan. Tetapi, faktanya selalu penuh dengan paradok.
Kisah penangkapan dan penahanan Luthfi Hasan Ishak itu, bentuk refleksi dari wajah ganda para pemimpin PKS. Seakan tidak ada korelasi antara saat mereka bertemu dengan para kadernya, di sisi lainnya, dan saat mereka bermuamalah dengan orang lain.
Sejatinya, PKS merupakan represantasi dari Gerakan Ikhwan, yang memiliki manhaj (methode) gerakan yang sempurna, bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, yang sudah dipraktekkan oleh para pendiri Gerakan Ikhwan di Mesir seperti Hasan al-Banna dan berkembang di seluruh dunia.
Gerakan Ikhwan melalui gerakan dakwahnya berhasil melakukan tranformasi perubahan yang sangat luas, di seluruh dunia. Termasuk yang sekarang terjadi di dunia Arab, dan sungguh sangat luar biasa.
Gerakan Ikhwan menjadi pelopor perubahan di setiap negara melalui gerakan dakwahnya yang “washat” (tengah-tengah) dan tidak “ghuluw” (berlebihan), dan menekankan aspek amal.
Dengan sepuluh prinsip yang ada dalam “Risalah Dakwah”, yang ditulis oleh Hasan Al-Banna, generasi Ikhwan yang tumbuh, benar-benar mereka ini menjadi para mujahid dakwah yang kokoh, dan hidup di tengah-tengah masyarakat luas, dan beramal dengan ikhlas. Mereka berjuang menegakkan prinsip dan nilai Islam, dan terus mengamalkannya.
Generasi baru dalam Gerakan Ikhwan, selalu ditekankan sifat-sifat yang mulia, dan para pemimpinnya memberikan tauladan. Bukan hanya sekadar yang sifatnya teori, tetapi masing-masing memberikan tauladan secara total. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Hasan Al-Banna yang dibunuh oleh penguasa Mesir. Mereka dididik berkorban (tadhiyah) dan ikhlas, serta hidup zuhud, dan wara’, tidak memuja kehidupan dunia.
Hasan al-Banna menekankan pada tujuan dakwah, seperti di dalam “da’watuna” (dakwah kami), sesungguhnya dakwah Ikhwan itu, tidak ada sedikitpun mempunyai motif kepentingan dengan dunia. Dakwah Ikhwan digambarkan oleh Hasan Al-Banna sebening cahaya, dan dan seputih sinar, tidak ada sedikitkan terselip dengan motif kepentingan-kepentingan duniawi. Semuanya dijalankan semata-mata atas dasar keinginan mendapatkan ridho dari Allah Rabbul Alamin.
Sampai-sampai Hasan Al-Banna memerintahkan kepada kadernya, yang berjuang bersama-sama dengan Ikhwan, agar keluar meninggalkan jamaah itu, bila mereka dalam bergabung dengan Ikhwan memiliki motif dan ambisi duniawi, dan kepentingan-kepentingan yang tidak selaras dengan tujuan dakwah Ikhwan.
Karena itu, dakwah Ikhwan, seperti yang diringkas oleh Hasan al-Banna seperti: “Allah Tujuan Kami (Allahu Ghoyatuna), Rasul Tauladan Kami (Ar-Rasul Qudwatuna), al-Qur’an undang-undang kami (al-Qur’an dusturuna), Jihad Jalan Hidup kami (al-jihad sabiluna), dan Mati Syahid Tujuan Tertinggi kami (al-mautu fi sabilillah asma amanina)”.
Itulah prinsip-prinsip dasar dakwah Ikhwan yang ditegaskan Hasan al-Banna. Prinsip-prinsip itulah yang terus menjadi sumber motivasi dalam gerakan dakwah Ikhwan, dan membuat para pengikutnya selalu berkorban. Ikhwan menjadi lebih kuat dan solid, sepanjang sejarahnya, meskipun selalu ada perbedaan di dalam gerakannya.
Jamaah Ikhwan dengan gerakan dakwahnya yang hampir 100 tahun itu, berhasil mengantarkan perubahan di setiap negara, dan sekarang menjadi fenomena di dunia Arab, Afrika utara, dan di berbagai belahan dunia.
Ikhwan terlibat secara aktif dalam setiap perjuangan pembebasan. Termasuk di Palestina, Afghan, Irak, Lebanon, Afrika Utara, dan bahkan usaha-usaha Ikhwan yang gigih di Eropa, Amerika dan sejumlah negara lainnya.
Sekarang di Indonesia. Apa yang menjadi masalah, dan di mana letak persoalannya? Di mana terjadi perbedaan antara Gerakan Ikhwan di Mesir dan di Indonesia? Jika PKS ini menjadi represantasi Jamaah Ikhwan, tetapi justeru sangat berbeda corak gerakan dan implementasinya dalam amal.
Di Indonesia PKS yang nampak justru, sudah sangat menyimpang terkait dengan “ghoyah” (tujuan). Dalam aspek amal dan secara “i’tiqodi” sudah nampak menyimpang. Penyimpangan (inhirof) yang terjadi di dalam PKS, bukan hanya terkait dengan masalah-masalah amal semata, tetapi yang menyimpang sudah terkait dengan masalah yang paling pokok dan asas, terkait dengan iman dan aqidah, yang menjadi ruh dari gerakan mereka.
Sesungguhnya yang menjadi “wasail” (sarana) berubah menjadi “ghoyah” (tujuan). Partai politik, parlemen, kekuasaan, jabatan, harta kekayaan dan sarana-sarana lainnya, sekarang berubah menjadi “ghoyah”.
Ditangkap dan ditahannya Luthfi Hasan Ishak oleh KPK, karena faktor utamanya, PKS telah mengubah prinsip dasar gerakan. Di mana “wasail” berubah menjadi “ghoyah”.
Bahkan, sampai-sampai mengubah secara total ittijah(orientasi) dari gerakan mereka yang hanya menjadi “wasail”menjadi tujuan ”ghoyah”. Karena, mereka sudah menuhankan kekuasaan, jabatan, harta kekayaan, perempuan, dan aksesoris dunia lainnya.
Lalu, para pemimpin PKS tidak lagi menjadi orang-orang yang meniru dan meneladani para salafush shalilh, yang hidup zuhud dan wara’, tetapi menjadi barisan para pengikut“Qorun” dan “Bal’am”. Mereka menjadi para penikmat duniawi. Menjadikan duniawi sebagai sesembahan mereka yang baru. Bukan lagi Allah Rabbul ‘Alamin.
Para elit PKS tidak lagi berwala’ (memberikan loyalitas) kepada Allah dan Rasul, tetapi sebaliknya memberikan wala’nya kepada mereka yang terang-terangan memusuhi terhadap Allah dan Rasul.
Karena itu, PKS yang hakekatnya Jamaah Ikhwan itu, melakukan pengkhianatan terhadap manhaj dan tujuan gerakan itu sendiri. Seperti yang telah mereka lakukan saat mereka mendeklarasikan dirinya menjadi partai terbuka, di Hotel Rizt Carlton, Juni 2008.
Selanjutnya, PKS sebagai gerakan dakwah tidak berani bersikap bara’ (menolak) segala bentuk pelanggaran, penyimpangan, dan kemungkaran yang terjadi di tengah-tengah kehidupan.
Bahkan, PKS memberikan dukungannya kepada penguasa yang terang-terangan melakukan pengingkaran terhadap al-haq (al-Islam), sampai hari ini. Semuanya sikap dan tindakan ini hanya diberi stempel dengan : ”demi kemaslahatan dakwah”.
Gerakan ini seperti yang terjadi di kalangan Yahudi, yang kemudian oleh Allah Ta’ala dikutuk, karena sikapnya yang menghalalkan yang diharamkan oleh Allah Ta’ala. Membenarkan segala yang dilarang oleh Allah Ta’ala.
Selama lebih satu dekade, tidak nampak yang sangat menonjolkan usaha-usaha yang dilakukan oleh PKS, khususnya dalam mengubah kehidupan umat dan bangsa ini. Justru masuk dalam lingkaran kekuasaan yang sangat merusak, dan menghancurkan kehidupan ini.
Sejatinya, jika kalangan internal bisa mengambi ibroh dari peristiwa yang dialami Luthfie Hasan Ishak, dan melakukan otokritik, dan membersihkan dari unsur-unsur yang sudah tidak lagi komit terhadap manhaj dan thoriqoh dakwah Ikhwan yang menjadi prinsip gerakannya, mungkin masih dapat berharap masa depan PKS, sebagai bentuk model gerakan Ikhwan di Indonesia.
Tetapi, justru yang ada sekarang ini, yang muncul sikap defensif dan apologi, seperti yang diperlihatkan oleh Hidayat Nurwahid. Umat menjadi sangat tidak simpati cara itu.
Seharusnya, di internal PKS melakukan penyidikan dan investigasi, mereka yang salah harus dikeluarkan dari PKS, siapapun. Tidak membiarkan kesalahan dan keadaan yang ada. Karena itu, hanya akan membawa kehancuran belaka. Siapapun tidak ada yang maksum, termasuk Hilmi Aminuddin yang menjadi tokoh sentral dalam PKS.
Mungkinkah kasus seperti Lutfhi Hasan Ishak ini sudah sangat sistemik di dalam organisasi gerakan PKS? Kalau itu yang terjadi, dan tidak ada satupun yang berani melakukan koreksi, maka sesungguhnya gerakan dakwah yang kemudian berwajah PKS itu, nantinya akan terkubur seperti “Qorun”, yang lupa dan ingkar atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah Azza Wa jalla. Wallahu a’lam. Jum’at, 01 Feb 2013
***
Kenapa penulis itu segeram itu?
Tak tahulah. Yang jelas, menurut penilain dia, para elit mereka masih hafal ayat-ayat, namun hanya sampai di mulut, tidak melewati tenggorokan, hingga belum tentu sampai ke hati.
Ayat-ayat yang memperingatkan bahkan ancaman kerusakan pun sebenarnya difokuskan kepada para elitnya. Bila elitnya rusak maka bahaya besar akan menimpa.
Mereka hafal ayatnya, namun jauh darinya dalam pelaksanaan. Contohnya ayat ini.
{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا} [الإسراء: 16، 17]
16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. dan cukuplah Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha melihat dosa hamba-hamba-Nya.(QS Al-Israa’/ 17: 16-17)
(nahimunkar.com)


Saudara seaqidahku….
hanya brbagi yg pernah terfikir.
Awalnya ane dulu mulai rajin beribadah krn Teman2 Tablikh, terus Allah mempertemukan n gabung dg teman2 Mujahiddin… Allah memproses Lgi ke Jamaan Tarbiyah dan Juga Shalafi…
Dah capek sih dnger recok dan saling melemahkan…
Quran:
Setiap Muslim Saudara…dst
Jangan menganggap remeh suatu kaum….krn bisa jadi dia lebih baik. dst
Niat Manusia hanya Dia N Allah yag tahu, kenapa kita menghakimi.?
Mari sibuk mencari kelemahan diri jangan cari kelemahan orang, itu yang akan membuat kita Kuat. Mari kita perbanyak Kontribusi ke dakwah dan ummat bukan perpecahan.. mari himpun yang berserak dg lemah lembut. Jika kita buat perpecahan dan saling dengki di antara kita..Saya Yakin Allah tidak akan ridho’. Dan jika kebencian ini tersebar serta perpecahan ini lahir dari tangan kita, maka kita termasuk dalam siklus penanaman dosa yang akan terus berkembang selama kebencian itu masing bersarang di hati pembaca artikel kita…
Allah Maha Pelindung
Mw dibawa kemana islam oleh pks. Walaupun pks menang pemilu skLipun sulit utk menegakkan syariah dalam tataran kenegaraan. Kalaupun bisa menerapkan syariat dlm hukum pemerintahan, syariat macam bgmna yg mw diterapkan? Ikhtilat antara ikhwan dan akhwat mrka saja parah banget?!!
maen matematika nnyoookk
Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 23 24 25 26
Mari kita hitung bersama:
Bahasa Inggris (dipercaya oleh orang Amerika) Kalau kita bekerja dengan modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah:
H A R D W O R K (kerjakeras)
8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only
K N O W L E D G E (pengetahuan)
11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only
L O B B Y I N G (pendekatan)
12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only
L U C K (keberuntungan)
12 21 3 11 = 47% Only
Ternyata semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa mengalahkan yang satu ini:
A T T I T U D E (sikap / tingkah laku)
1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%
tapi ini rumus yang berlaku di luar negeri he..he..he.. Di Indonesia, itung-itungannya menjadi begini:
G I G I H (HARDWORK)
7 9 7 9 8 = 40% Saja
I L M U (Knowledge)
9 12 13 21 = 55% Saja
L O B I (Lobbying)
12 15 2 9 = 38% Saja
M U J U R (Luck)
13 21 10 21 18 = 83% Saja
S I K A P (Attitude)
19 9 11 1 16 = 46% Saja
tapi jika dengan melakukan ini
K O R U P S I
11 15 18 21 16 19 9 = 109%
Ternyata yg ditekuni orang-orang INDONESIA yaitu KORUPSI mempunyai kadar mencapai keberhasilan 109%. Lebih baik dr ATTITUDE- nya ORANG BARAT yg hanya 100%!
orang2 PKS bukanlah nabi/malaikat, bila ingin menghancurkan PKS gabung sja sama partai yang lain biar jelas, tpi bila ingin memperbaiki tidak begini caranya,,,,klw mau nahi munkar, tolong konfirmsi dlu dgn sumber yang shahih, klw sumber,y ga sahiih nnti dhoif bisa jadi maudhu, mau di amalin yaaaa, ga ada efek. berfikir yg jernih, lebih arif bila ingin berjuang menegakan islam, kita sama2…, tujuan kita sma ingin memuliakan ISlam. slm ukhuwah
Saya rasa penulis di atas tidak hanya berfokus pada kasus LHI, yang kata orang2 di atas belum terbukti bersalah. Padahal status tersangka diberikan oleh kpk, lembaga yang paling kredibel saat ini. Untuk simpatisan pks, coba runut kembali keputusan2 politis pimpinan pks selama ini. Bagaimana sikap mereka di pilpres, pilkada dki, bbm, dll. Pimpinan pks bukan nabi, bersihkan pks kalau emang kalian pedulia dan yakin dengan gerakan dakwah. Jangan terus2an bersikap irasional dan berkeyakinan buta.
seperti biasa… mengambil kesimpulan sepihak. cobalah duduk bersama, rekam diskusinya baru diposting di sini… kebanyakan orang emang sok tahu dapur orang lain..
SAUDARAKU DAN SAUDARIKU……..ANDA BOLEH BERFIKIR MACAM MACAM DENGAN APA YG KITA LIAT……..TETAPI LIHAT DAN CERMATI SEMUA BISA TERJADI KALO SUDAH DI KEHENDAKI OLEH ILLAHI.SATU HAL YANG PASTI SEBELUM KITA MENGHUJAT KEMBALIKAN KEPADA DIRI KITA SUDAH KITA SEBAIK YANG KITA OMONGIN……..SUDAHKAN KITA JADI MANUSIA PILIHAN……….KALO BELUM………..JGN PERNAH MENKRITIKI……SEBAB KELAK KITA JUGA PNYAK HAK UTK DI KRITIK I……….OK
Maaf, sampai saat ini LHI belum terbukti menerima suap. Hanya pengakuan sepihak, dan LHI tidak tertangkap tangan menerima suap. Jangan sampai kita ikut2an berprasangka dengan hal yang kita sendiri belum tau kebenarannya.
yang peduli dengan dakwah Islam….seorang tokoh Islam ditangkap…dan langsung dijadikan terdakwa…padahal saat penagkapan tidak ada di-TKP..hanya karena katanya orang yang ditangkap mengaku dekat dengn pak Luthfi……mari kita berpikir adakah rekayasa dalam hal ini kok…orang mengaku2 bisa ;langsung jadi terdakwa???? kok …yang sudah diungkit2 disetiap persidangan enggak pernah ditangkap???? berpikirlah dan cari kebenarannya….
Amar makruf NYAMBI munkar!!!
Lha dulu pada pilpres 2004, yg DIEMPANIN 50M siapa hayo!!! Ngaku sajalah! Berani mubahallah???
Siapa pula itu, yg SETELAH jadi Ketua MPR, menyatakan bhw tidak prlu berjihat ke Palistina kpd kelompok Muslim militan anti-Israel yg berniat berjihat membela para pjuang Palestina! Ustad/Ulama kok ngomongnya macam itu!!!
Memang sulitya kalau untuk sekarang ini kegiatan da’wah dicampur dengan kegiatan politik,awalnya si sangat meggebu-gebu untuk memberantas nahi mungkar,karena dalam teori dalam Al-Qur’an dan hadist Nabi kalau sudah haram itu tidak boleh kita ikut kompromi,tetapi melihat kenyataan di dunia nyata sangat bertolak belakang maka supaya tidak terjadi perdebatan yang tidak ada penyelesaian maka segala sesuatu hal dapat di lakukan dengan berkompromi dan negosiasi.
Sulit kalau begini,tidak ada yang dapat dipercaya lagi,Partai yang berasaskan Islam ikut-ikutan terima uang suap,sudah tau suap itu haram,partai sekuler habis ikut korupsi,tidak ada yang tersisa,uang untuk biaya cetak Al-Qur’an juga di korup.
Maaf, analisanya sepihak tanpa bukti, reka2an pikirannya sendiri, sepertinya tidak takut klw kita ternyata ikut berprasangka tidak baik kpd saudara2 kita sendiri. astaghfirullah…
ah emang iya PKS itu bukan Ikhwanul muslimin yang sejati,,, ane kecewa melihat kader-kader muda PKS sekarang,,, yang pada sok suci,sok pinter, tapi kenyataan nya pas ada acar-acara pengajian meraka berkhalawat dengan yang bukan muhrimm…nya..ini kenyataan lo ngak usah mungkir… mendingan PKS banyak berbenah dan instropeksi sebelum bener-bener merusak wajah Ikhwanul muslim yang sejati…